Sabtu, 02 Mei 2015

Seringnya para Host menggunakan kata “ kemudian “ dalam kalimatnya.

Jika kita menonton sebuah acara televisi,baik itu acara talk show,news dan lain2, sering kali kita mendengar Para Host menggunakan kata “ KEMUDIAN”  dalam penggunaan kalimatnya.
Hal ini menjadi kontras,terutama bagi saya,karena kata “kemudian “ tersebut sering tidak pas,dan seperti dipaksakan,ketika dalam suatu waktu sang host tidak menemukan kata penghubung lain dalam melengkapi kalimatnya.
Maksud saya “sering” disini tentu tidak mengatakan “semua”. Tentu sering juga kata “kemudian”digunakan pada kalimat yang pas, yang sesuai dengan kebutuhan kata penghubung tersebut untuk tujuan kalimatnya.
Tidak ada yang salah memang,semuanya benar. Hanya saja kebenaran tersebut menjadi terasa tidak sempurna jika kata penghubung “kemudian” sering digunakan pada kalimat yang tidak butuh untuk tujuan kalimatnya,tujuan pernyataannya.
Kata penghubung “kemudian”  juga sering digunakan oleh nara sumber atau bintang tamu dalam suatu acara talk show televisi, seperti : ILC di TVONE,Economic Challenge di Metro TV, dan lain2.
Sekali lagi,apakah kata “kemudian” tersebut digunakan secara pas atau tidak pada kalimat yang digunakannya, seolah sudah menjadi trend dikalangan akademisi.
Dan itu tidak salah.dan tidak salah seharusnya adalah benar...tapi jika dipaksakan,akan terasa “sesuatu” nya. Sesuatu yang kurang pas dihati.
Tapi patut juga diingat, “kurang pas di hati” ini pun menurut saya masih lebih baik dibanding tidak ada terucap kata penghubung (misal : kemudian) satu pun dalam penggalan kalimat atau pernyataannya,hanya ….( jeda +/- 5 detik) ) tanpa ada kalimat apapun yang keluar dari mulutnya,bahkan oleh seorang Bpk.Presiden Indonesia.
Karena beliau juga sering berbicara dengan jeda yang cukup panjang..tanpa ada kata penghubung apapun dari mulutnya,untuk melengkapi pernyataannya,untuk melengkapi kalimatnya. Untuk kemudian mencari2 kata yang pas berikutnya..walau hanya berkisar 3-5 detik, tapi sudah sangat terasa lama bagi saya.
Mengutip kritikan oleh seorang tetangga sebelah rumah tentang jeda tersebut, bahwa hal itu menun jukkkan tingkat kecerdasan seseorang.
Cerdas tidak sama dengan baik.walaupun idealnya sama.
Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar