pengalaman mengunjungi suku baduy dalam
Berawal dari undangan seorang teman untuk bergabung bersama
fritaaaa….,mengunjungi suku baduy dalam didaerah pedalaman
Lebak,Banten.saya langsung tertarik,karena sudah sejak lama saya ingin
merasakan secara langsung bagaimana kehidupan dan keseharian aktifitas
orang-orang baduy tersebut.yang sebelumnya hanya saya dapatkan dari
informasi diinternet.
Trip ini diikuti oleh 30 an peserta,yang berasal dari
jakarta,bogor,bekasi dan sekitarnya.Perjalanan dimulai pada sabtu pagi
tanggal 10 nov 2012,kita sepakat berkumpul distasiun tanah abang pukul
07.00.untuk kemudian dilakukan pendataan ulang oleh mbak Frita sebagai
koordinator.setelah semua peserta berkumpul,langsung dibagikan ticket
kereta tujuan tanah abang-rangkas bitung seharga Rp.4000.
lalu para peserta kemudian membaur untuk saling berkenalan dengan
peserta lainnya,karena banyak peserta yang ikut trip kali ini hanya
seorang diri,termasuk saya.ada andika,Arif,Mario,erika,liza,..dll.
pukul 07.50 waktunya kereta berangkat menuju stasiun rangkas
bitung,karena distasiun tanah abang ini adalah stasiun pertama,maka kami
masih dapat menikmati tempat duduk yang belum terisi oleh penumpang
lain dan masih kosong.untuk kereta kelas konomi,kereta ini cukup
nyaman,pada ticket nya pun sudah terdapat no.kursinya,walaupun pada
kenyataannya itu tidak berlaku.para pedagang asongan tidak (atau belum)
ada,tapi setelah melewati beberapa stasiun barulah mereka muncul dengan
dagangannya masing-masing,hilir mudik ditengah-tengah jalan antara kursi
kereta.berbagai macam dagangan ditawarkan mulai dari minuman,mainan
anak-anak,buku/TTS,nasi bungkus,buah mangga..dan lain sebagainya.saya
mencoba menikmati perjalanan ini dengan berusaha tidur,untuk menyimpan
tenaga sebelum trekking nanti.tapi tidak bisa karena suara mesin kereta
terlalu bising,ditambah dengan kicauan para pedagang asongan yang kadang
sambil teriak menawarkan dagangannya,untuk melawan suara bising mesin
kereta.

suasana kereta saat berangkat menuju rangkas bitung

stasiun rangkas bitung

- stasiun rangkas bitung
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam,akhirnya kita tiba
distasiun terakhir yaitu stasiun rangkas bitung pkl 09.40,kemudian kita
menuju tempat dimana sudah menunggu 2 mobil jenis Elf yang akan
mengantar kita menuju desa ciboleger.yaitu desa terakhir sebelum
trekking menuju baduy.ke 2 mobil angkutan umum ini sebelumnya memang
sudah dicharter untuk mengantar kita,sehingga kita tidak perlu bersusah
payah lagi mencari angkutan umum.
setelah berkumpul dilokasi mobil angkutan tersebut,kemudian kita
menaikkan tas,ransel atau carrier yang kita bawa keatas mobil yang
memang sudah dirancang untuk menampung barang-barang bawaan penumpang.1
mobil dapat menampung sekitar 15 orang penumpang,disini juga sudah
standby “kang emen” warga baduy luar,yang akan kita jadikan guide saat
trekking nanti.beliau sudah kelihatan sibuk membantu menaikkan tas
keatas mobil,dan berkoordinasi dengan drivernya.

bersiap menuju desa ciboleger

narsis bareng2 dulu sebelum trekking..
Setelah semua siap,rombongan berangkat menuju desa ciboleger,desa
terakhir sebelum memasuki desa baduy luar.perjalanan menempuh waktu
sekitar 1.5-2 jam,dengan melewati wilayah desa-desa dikabupaten
lebak,Banten.dengan pemandangan selama perjalanan disuguhi alam yang
asri khas pedesaan.sekitar pkl ; 11.45 kita sudah sampai digerbang desa
ciboleger,disini kita masih bisa menemukan warung modern yaitu
‘Alfamart’.sehingga kita bisa menyiapkan kembali apa saja menu logistik
yang akan dibawa nanti,seperti soft drink,permen,roti dan lain-lain.

warung modern diciboleger
Disekitarnya juga banyak terdapat warung makan dan cindera mata khas
baduy,seperti slayer,T shirt,key chain,kalung dan lain lain hasil
kerajinan tangan warga baduy.saya sempat juga membeli 2 kaos bertuliskan
suku baduy sebagai oleh-oleh.sambil beristirahat diwarung makan,kita
kembali menyiapkan bekal masing-masing.terlihat beberapa anak2
menjajakan tongkat kayu untuk membantu orang-orang yang akan melakukan
perjalanan menuju baduy dalam,karena kondisi trekking nanti yang akan
naik-turun bukit,sehingga tongkat kayu sangat membantu.
tepat pkl :1.00 siang,kita pun siap-siap mulai trekking menuju baduy
dalam,rencana kita akan menginap disalah satu rumah warga baduy dalam
didesa cibeo,perjalanan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4
jam dengan berjalan kaki,dengan medan yang lumayan berat,naik-turun
bukit,jalan tanah yang licin jika turun hujan.melewati sungai,sawah dan
perkebunan warga.disepanjang perjalanan kita banyak menemui pohon durian
yang sangat besar,sayang saat itu buahnya masih mentil atau masih
berbentuk bunga,banyak dijalan terlihat bunga duren yang rontok mungkin
terkena angin atau hujan,sekitar 1-2 bulan kedepan buah duren ini pasti
sudah banyak yang masak,dan warga baduy akan panen duren mereka.
suku baduy adalah salah satu suku yang sampai saat ini masih teguh
memegang adat-istiadat mereka secara konsisten,boleh dibilang mereka
masih belum tersentuh peradaban modern,seperti tidak menggunakan alat
transportasi apapun,mereka hanya berjalan kaki jika menuju suatu
tempat,dan juga tidak pernah memakai alas kaki alias nyeker.karena jika
mereka melakukan itu,maka mereka akan merasa berdosa dengan melanggar
aturan adat.yang lainnya adalah mereka melarang untuk difoto kampung dan
orang-orangnya.tapi hanya untuk baduy dalam saja.kalau diwilayah baduy
luar,kita masih boleh melakukan photo.selain itu kita dilarang
menggunakan sabun,sampo,pasta gigi saat mandi,karena menurut pandangan
mereka itu akan membuat sungai mereka tercemar.
Lokasi suku baduy masuk kedalam kecamatan Leuwidamar wilayah
kabupaten Lebak profinsi Banten.berjarak sekitar 40 Km dari Rangkas
bitung.sebutan “baduy” adalah berasal dari sungai baduy dan gunung baduy
yang berada dibagian utara dari wilayah tersebut.mereka dikenal juga
sebagai “orang kanekes”.
wilayah baduy dalam terbagi dalam 3 desa,yaitu desa cibeo.cikertawana
dan cikeusik.mereka dikelilingi oleh desa-desa dibaduy luar yang juga
berfungsi sebagai penyaring adat istiadat mereka dari pengaruh luar.
to be continued